FIREWALL JARINGAN HAL 8-16
b. Port-port terdaftar
Port-port ini terdaftar di IANA dan dapat dipergunakan oleh hampir semua aplikasi dan pengguna. Kisaran nomor untuk port-port terdaftar ini adalah dari 1024 hingga 49151
c. Port-port dinamis dan/atau privat
Port-port ini dapat digunakan oleh aplikasi apa pun dan oleh siapa pun. Port-port ini tipikalnya dipakai oleh client yang mengakses berbagai layanan dari sebuah server, karena nomor port di sistem client tidak relevan atau karena client tidak menjalankan sendiri layanan tersebut.
Secara umum, sebuah firewall sederhana akan memiliki konfigurasi aturan sebagai berikut.
a. Memblok akses yang masuk ke port-port di bawah 1024 untuk TCP, di mana kebanyakan port tersebut merupakan layanan-layanan yang sensitif terhadap ancaman keamanan, seperti finger, SMTP (mail), dan telnet.
b. Memblok semua paket User Datagram Protocol (UDP) yang masuk. Terdapat beberapa layanan yang bermanfaat yang berjalan melalui UDP, namun layanan ini sering dijadikan jalan untuk masuk ke sistem.
c. Memblok lalu lintas ke port 6000 dari luar. Port 6000 merupakan port yang digunakan untuk akses server-server X11 dan dapat menimbulkan masalah keamanan.
d. Menutup port dan layanan yang tidak digunakan, misalnya layanan FTP, telnet, database, dan
daemon lainnya.
3. Teknologi firewall
Firewall memiliki beberapa teknologi sebagai berikut.
a. Service control (kendali terhadap layanan)
Kontrol dilakukan berdasarkan tipe-tipe layanan yang digunakan di internet dan boleh diakses, baik untuk ke dalam maupun ke luar firewall. Biasanya firewall akan mengecek nomor IP Address dan juga nomor port yang digunakan baik pada protokol TCP dan UDP, bahkan bisa dilengkapi software untuk proxy yang akan menerima dan menerjemahkan setiap permintaan akan suatu layanan sebelum mengizinkannya. Bahkan bisa jadi software pada server itu sendiri, seperti layanan untuk web atau untuk mail.
b. User control (kendali terhadap pengguna)
Kontrol dilakukan berdasarkan pengguna untuk dapat menjalankan suatu layanan, artinya ada user yang dapat dan ada yang tidak dapat menjalankan suatu layanan. User yang dapat menjalankan suatu layanan memiliki hak akses untuk melewati firewall, dan sebaliknya. Teknologi ini pada firewall digunakan untuk membatasi user lokal mengakses ke luar, dan juga dapat membatasi user yang masuk dari luar jaringan.
c. Behaviour control (kendali terhadap perlakuan)
Kontrol dilakukan berdasarkan seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misalnya, firewall dapat memfilter email untuk menanggulangi atau mencegah spam.
d. Direction control (kendali terhadap arah)
Kontrol dilakukan berdasarkan arah dari berbagai permintaan (request) terhadap layanan yang akan dikenali dan diizinkan melewati firewall.
4. Karakteristik firewall
a. Seluruh hubungan/kegiatan dari dalam ke luar harus melewati firewall
Hal ini dapat dilakukan dengan cara memblok atau membatasi secara fisik semua akses terhadap jaringan lokal, kecuali melewati firewall. Banyak sekali bentuk jaringan yang memungkinkan agar konfigurasi ini dapat dilakukan.
b. Hanya kegiatan yang terdaftar/dikenal yang dapat melewati/melakukan hubungan
Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur kebijakan pada konfigurasi keamanan lokal. Banyak sekali jenis firewall yang dapat dipilih sekaligus berbagai jenis kebijakan yang ditawarkan.
c. Firewall harus kebal atau relatif kuat terhadap serangan atau kelemahan
Hal ini berarti bahwa penggunaan sistem yang dapat dipercaya dan relatif aman.
B. Jenis-jenis Firewall
Secara umum firewall dibagi menjadi dua jenis, antara lain:
1. Personal firewall
Personal firewall adalah sebuah program yang digunakan untuk melindungi komputer di jaringan dari akses yang tidak diinginkan. Firewall jenis ini biasanya sudah terbundel ke dalam program antivirus komersial yang digunakan. Hampir semua antivirus yang berbayar sudah mengikutsertakan fungsi firewall ke dalamnya.
2. Network firewall
Network firewall adalah sebuah program atau alat yang digunakan untuk melindungi sebuah jaringan komputer lokal dari akses yang tidak diinginkan. Network firewall ini bentuknya dapat berupa perangkat lunak (software) atau perangkat keras (hardware).
Berdasarkan bentuknya, firewall dibedakan menjadi dua, yaitu software firewall dan hardware firewall. Baik software maupun hardware firewall tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Cara terbaik dalam melindungi sistem dan jaringan adalah dengan mengombinasikan keduanya.
Berikut merupakan penjelasan masing-masing bentuk firewall.
1. Software firewall
Software firewall merupakan program firewall yang berjalan pada background komputer Software ini dapat mengevaluasi setiap permintaan dari jaringan dan menentukan apakah itu valid atau tidak. Software firewall dirancang untuk dapat digunakan pada satu komputer, sehingga firewall ini disebut firewall pribadi. Karena firewall dapat digunakan pada range kecil, maka jenis firewall in sering digunakan pada perumahan atau kantor kecil. perangkat lunak firewall mencegah akses yang tidak diinginkan ke komputer melalui koneksi jaringan dengan mengidentifikasi dan mencegah komunikasi melalui port yang cukup berisiko.
Software firewall adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang digunakan untuk mengatur akses dalam sebuah jaringan komputer. Software firewall berjalan pada sistem operasi komputer. Hal ini bisa dikatakan sebagai kekurangan software firewall. Apabila sistem operasi bermasalah, maka firewall juga akan bermasalah. Software firewall juga sangat bergantung pada pengguna dalam membuat keputusan yang tepat. Jika seseorang yang menggunakan perangkat lunak firewall salah memberikan instruksi, misalnya sebuah key logger atau trojan diizinkan mengakses internet, maka keamanan pada komputer akan terganggu meskipun tidak ada yang salah dengan firewall itu sendiri.
Kelebihan software firewall sebagai berikut.
a. Mudah dilakukan konfigurasi.
b. Harganya relatif murah.
Kekurangan software firewall sebagai berikut.
a. Memakan sumber daya dari komputer seperti CPU, memori, dan ruang disk sehingga dapat menyebabkan sistem operasi tidak kompatibel.
b. Terdapat versi yang berbeda untuk sistem operasi yang berbeda, jadi harus dipastikan bahwa software firewall yang diinstal adalah versi yang sesuai dengan OS komputer.
c. Dibutuhkan beberapa copy yang berbeda untuk setiap sistem dalam jaringan.
2. Hardware firewall
Hardware firewall adalah firewall yang dipasang pada komputer yang menghubungkan komputer dengan modem. Hardware firewall lebih kompleks dibandingkan dengan software firewall. Hardware firewall juga memiliki komponen perangkat lunak, tetapi berjalan baik pada alat jaringan yang direkayasa khusus atau pengoptimalan server yang didedikasikan untuk tugas menjalankan firewall. Sebuah hardware firewall ditempatkan di antara jaringan (seperti perusahaan) dan daerah yang kurang aman (seperti internet). Firewall juga dapat memisahkan jaringan yang lebih aman dari jaringan kurang aman, seperti satu lokasi perusahaan dalam struktur perusahaan yang lebih besar. Versi firewall perangkat keras juga tersedia untuk pengguna rumahan yang menginginkan perlindungan yang lebih kuat dari potensi serangan internet.
Kelebihan hardware firewall sebagai berikut.
a. Menyediakan perlindungan yang lebih banyak dibandingkan dengan software firewall. Sebuah hardware firewall dapat melindungi keseluruhan jaringan.
b. Beroperasi secara independen terhadap sistem operasi dan aplikasi perangkat lunak sehingga kinerja sistem tidak terganggu.
Kekurangan hardware firewall sebagai berikut.
a. Cenderung lebih mahal dari software firewall. Namun, jika Anda memiliki beberapa mesin yang harus dilindungi akan lebih murah untuk membeli satu hardware firewall dibandingkan membeli beberapa copy dari sebuah software firewall.
b. Karena tidak berjalan independen, konfigurasi hardware firewall cukup sulit.
Berdasarkan metode yang digunakan dalam penyaringan oleh sebuah firewall, terdapat empat jenis firewall, yaitu packet filtering gateway, application layer gateway, circuit level gateway, dan stateful multilayer inspection firewall.
1.Packet Filtering Gateway
Packet filtering gateway berfungsi untuk menyaring paket-paket yang datang dari luar jaringan yang dilindunginya. Firewall ini merupakan firewall paling dasar dan pertama kali muncul. Cara kerja packet filtering gateway, yaitu paket data pada firewall ini difilter berdasarkan alamat dan pilihan yang sudah ditentukan terhadap paket tersebut. Dalam packet filtering gateway, firewall menguji lima karakteristik dari sebuah paket, yaitu:
a. Alamat IP sumber.
b. Port sumber
c. Alamat IP tujuan.
d. Port tujuan.
e. Protokol IP (TCP atau UDP).
Gambar Packet Filtering Gateway
Packet filtering gateway melakukan pemeriksaan sederhana paket data di router maupun switch. Firewall jenis ini bekerja dalam level Internet Protocol (IP) paket data dan membuat keputusan mengenai tindakan selanjutnya (diteruskan/tidak diteruskan) berdasarkan kondisi dari paket tersebut. Firewall ini biasanya merupakan bagian dari sebuah router firewall. Software yang dapat digunakan untuk implementasi packet filtering gateway di antaranya adalah iptables dan ipfw.
Penyaringan paket ini hanya terbatas pada sumber paket, tujuan paket, dan atribut-atribut dari paket tersebut. Misalnya sebuah paket bertujuan ke server menggunakan alamat IP 202.51.225.35 dengan port 80. Port 80 adalah atribut yang dimiliki oleh paket tersebut.
Berdasarkan aturan yang telah dikonfigurasikan ke dalam firewall, paket akan diizinkan untuk lewat atau ditolak. Jika firewall menolak paket, maka firewall akan mengirimkan pesan ke pengirim untuk memberi tahu bahwa paketnya telah ditolak. Metode packet filtering gateway ini menggunakan router dalam prosesnya.
Packet filtering gateway terbagi menjadi tiga jenis sebagai berikut.
a. Static filtering adalah jenis filter yang diimplementasikan pada kebanyakan router, di mana modifikasi terhadap aturan-aturan filter harus dilakukan secara manual.
b. Dynamic filtering adalah jenis filter di mana proses-proses tertentu di sisi luar jaringan dapat mengubah aturan filter secara dinamis berdasarkan kejadian-kejadian tertentu yang diobservasi oleh router. Sebagai contoh, paket FTP dari sisi luar dapat diizinkan apabila seseorang dari sisi dalam meminta sesi FTP.
c. Stateful inspection adalah jenis filter yang dikembangkan berdasarkan teknologi yang sama dengan dynamic filtering dengan tambahan fungsi eksaminasi (proses autentikasi) secara bertingkat berdasarkan muatan data yang terkandung dalam paket IP.
Static dan dynamic filtering membuat beberapa aturan filter menggunakan tabel statis dinamis sesuai kejadian yang sedang berlangsung. Firewall tipe ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu lemah dalam hal autentikasi dan bersifat rumit untuk mengatur paket yang akan difilter secara tepat.
Adapun serangan yang dapat terjadi pada firewall dengan tipe ini, antara lain sebagai berikut.
A.IP Address Spoofing
Intruder (penyusup) dari luar dapat memasuki jaringan dengan cara menyertakan/menggunakan IP Address jaringan lokal yang telah diizinkan untuk melalui firewall.
B. Source Routing Attacks
Serangan ini dilakukan untuk menganalisis informasi routing sumber IP sehingga memungkinkan untuk menghindari firewall.
C. Tiny Fragment Attacks
Intruder membagi IP ke dalam bagian-bagian (fragmen) yang lebih kecil dan memaksa terbaginya informasi mengenai header TCP. Serangan jenis ini didesain untuk menipu aturan penyaringan yang bergantung kepada informasi dari header TCP. Penyerang berharap hanya bagian (fragmen) pertama saja yang akan diperiksa dan sisanya akan bisa lewat dengan bebas. Hal ini dapat ditanggulangi dengan cara menolak semua paket dengan protokol TCP dan memiliki offset = 1 pada IP fragmen (bagian IP).
2. Circuit level gateway
Jenis firewall ini bekerja pada bagian transport layer model referensi TCP/IP, di mana koneksi juga diotorisasi berdasarkan alamat. Bentuknya hampir sama dengan application layer gateway. hanya saja bagian yang difilter terdapat pada lapisan yang berbeda, yaitu berada pada transport layer





Komentar
Posting Komentar